Alkaafy : Halaman Yang Terlewatkan

Lakukan survey terhadap prilaku belajar pemeluk ideologi Shia, fokuskan survey Anda pada bagaimana proses mereka manjadi pemeluk ideologi Shia.

Anda akan menemukan hasil survey yang cukup mengagetkan. Ialah bahwa orang memeluk ideologi Shia ternyata melalui proses belajar skipping. Ada lembar/ halaman belajar yang mereka lewatkan. Ironisnya halaman yang dilewatkan itu adalah justru halaman utama. Lembar belajar yang semestinya mutlak harus mereka baca.

Mereka justru belum membaca kitab rujukan utama yang mampu memberi gambaran kongkrit dan comprehensive ideologi Shia (Kutub Al Arba’ah terutama Alkaafy). Rujukan utama seharusnya hal pertama dan utama yang harus mereka pelajari.

Strategi dasar dakwah ideologi Shia memang tidak menampilkan kitab-kitab rujukan utama. Apa yang ada dalam rujukan utama dipecah dalam banyak kitab. Agar pihak luar sulit mencari bentuk komprehensif dan arah tujuan ideologi tersebut. Jika saja ada masalah tak logis yang terlihat, maka mudah menimpakan kekeliruan hanya pada sebuah kitab kecil. Tanpa menyentuh rujukan utamanya.

Kaum muda terpelajar tidak lagi menaruh pendekatan dengan berdebat masalah tatacara shalat, kawin kontrak, halal haram makanan, dan semacamnya.

Kaum muda dan cendekiawan saat ini menyadari pentingnya bedah buku Alkaafy agar masyarakat mendapat informasi/ pemahaman yang benar dan komprehensif mengenai ideologi Shia.

%d bloggers like this: