Alkaafy : Rujukan Utama Shia

Komentar tokoh ulama Shia mengenai kitab Alkaafy:

Attabrusy dalam Mustadrak Alwasail vol 3 hlm 532 menulis “ Alkaafy diantara empat buku Shia lainnya adalah laksana matahari diantara bintang-bintang, dan tak perlu lagi dipertanyakan posisi rantai para perawi hadis-hadisnya, dan kamu akan merasa puas dan yakin bahwa hadist-hadist itu adalah tepat dan sahih”.

Sharafudin Musawi dalam Muraja’at (nomor 110) menyebut “ Alkaafy, Attahdzib, Alistibsar dan Man La Yahdhuruhul Fagih adalah mutawatir (betul-betul sahih) dan telah disetujui ketepatan isinya (hadis-hadisnya), dan Alkaafy adalah yang paling tua, paling agung, paling baik dan paling tepat diantara keempat kitab itu.”

Muhammad Shadiq Asshadr dalam Kitabussyiah hlm 127 menyebut “ Shia telah secara aklamasi menerima kutub al’arbaah (Alkaafy, Attahdzib, Alistibshar, Alfagih) berikut semua perawi di dalamnya adalah benar”

Berkata ath Thusi: ”Muhammad ibn Ya’kub al Kulainy yang diberi gelar Abu Ja’far al A’war.. Pengaruhnya besar dan seorang alim besar.

Berkata Ardabili: ”Muhammad ibn Ya’kub ibn Ishaq Abu Ja’far al Kulaini Pamannya bernama Allan al Kulaini ar Razi, dia adalah mazhab kami di jamannya, dia adalah orang yang paling terpercaya dalam bidang hadits . Dia mengarang kitab al Kafi ketika masih berumur 20 tahun. (dalam Jaami’ Ar Ruwat 2/218, Al Hully hal. 145)

Berkata AghoBazrak Thohrani: ”Kitab Alkaafy merupakan kitab hadis yang penting diantara kutub al’arbaah. Tidak ada kitab yang serupa dengannya yang berisi riwayat dari keluarga Rasulullah . (dalam Dzariah 17/245)

Di atas adalah sebagian kecil saja dari testimoni tokoh-tokoh ulama besar ideologi Shia. Menggambarkan kredibilitas Alkulainy keagungan kitab Alkaafy dalam pandangan ideologi Shia.

Kitab Alkaafy disusun oleh Abu Ja’far Muhammad ibn Ya’kub ibn Ishaq Al Kulainy. Beliau diyakini penganut Shia sebagai ahli hadis ber-kredibilitas tinggi. Sehingga isi kandungan Alkaafy diyakini sudah melalui penyaringan tingkat tinggi. Apalagi hadis-hadis di dalamnya diyakini bersumber dari Imam yang ma’shum (tidak pernah salah).

Tetapi kemudian masyarakat mulai mengetahui apa sebenarnya isi kandungan Alkaafy. Terutama tentang keyakinan kurangnya Al Quran dan pelaknatan sahabat-sahabat Nabi SAWW. Jelas sekali tertulis dalam Alkaafy ayat-ayat Al Quran yang diyakini Shia kurang karena dibuang oleh sahabat-sahabat Nabi SAWW.

Dari ayat-ayat yang diyakini terbuang itulah pondasi ideologi Shia bertumpu. Yaitu ayat-ayat Al Quran tentang Imam Ali bin Abi Thalib r.a. Tanpa ayat-ayat tersebut, ideologi Shia sulit mencari pijakan.

Penganut ideologi Shia mengalami kesulitan menyembunyikan keyakinan kurangnya Al Quran tersebut. Karena sangat lugas tersurat dalam kitab rujukan mereka.

Penganut ideologi Shia mencoba mencari celah untuk menetralisir isi kandungan Alkaafy dengan menukil kalimat dalam Prakata Kitab Alkaafy. Yaitu Alkulainy mengatakan dalam Prakata Kitab Alkaafy agar isi Alkaafy diuji dengan nash Al Quran.

Pengujian dengan nash Al Quran sudah menjadi hukum dasar. Segala sesuatu memang harus disesuaikan dengan nash Al Quran. Tetapi ini menyangkut sebuah kitab rujukan sebuah ideologi. Kitab rujukan sangat berbeda dengan sekedar kumpulan informasi mentah (raw- material database).

Alkaafy disusun oleh Alkulainy selama bertahun-tahun. Alkulainy sebagai pribadi diyakini jumhur ulama Shia sebagai ahli hadis.

Seharusnya sebuah kitab rujukan telah melewati pengujian dan penyaringan minimal oleh sang penyusun. Pasti Alkulainy sudah menguji isi kandungan kitab yang beliau susun dengan nash Al Quran. Mayoritas/ jumhur ulama Shia pasti mempunyai alasan untuk menyetujui hasil pengujian tersebut sehingga mereka secara aklamasi memberi pujian terhadap kitab Alkaafy.

Penganut ideologi Shia berusaha menutupi keyakinan mereka dengan cara mengkaburkan posisi Alkaafy sebagai rujukan atau hanya sekedar kumpulan informasi mentah. Jka diterima asumsi bahwa Alokaafy hanya sebuah kumpulan data metah, maka akan memberi kesimpulan bahwa ideologi Shia bertumpu hanya pada informasi mentah/ belum teruji (raw-material database).

Sebuah pertanyan besar mengapa sebagian penganut ideologi Shia mengatakan bahwa kitab Alkaafy bukanlah rujukan ideologi Shia. Bahwa mereka tidak berpegang pada kitab Alkaafy.

Lalu dengan pondasi apa ideologi Shia dibangun? Bagaimanakah bentuk ideologi Shia tanpa kitab Alkaafy sebagai rujukan?

Ini salah satu urgensi agar diadakan bedah buku Alkaafy. Masyarakat berhak mendapat informasi/ pemahaman yang benar tentang ideologi Shia. Pemahaman yang komprehensif. Bukan parsial.

%d bloggers like this: